Berita
Noordin M Top Nyamar Jadi ‘Wanita’
Senin, 24 August 2009 13:39 WIB
Jakarta,
Buron teroris asal Malaysia, Noordin M Top, masih menjadi sosok yang menakutkan karena aksinya di tengah-tengah masyarakat. Ratusan korban sudah tewas akibat aksi bom yang didalangi ekstrimis yang pandai menyamar itu.
Aksi terakhir yang diduga kuat diotaki Noordin M Top adalah dua bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat, 17 Juli lalu. Akibatnya, sembilan orang tewas dan 55 lainnya luka berat.
Noordin bahkan disebut-sebut kerap menggunakan baju muslim wanita lengkap bercadar. Itu untuk lebih memuluskan Noordin melakukan aksinya.
Polisi pun menyebar gambar foto Noordin M Top ke berbagai daerah. Foto yang disebar adalah versi terbaru. Yakni, Noordin dengan tampilan agak gemuk dan menggunakan berbagai jenis topi.
Banyak macam bagi masyarakat Indonesia yang menanggapi aksi Noordin M Top. Salah satunya adalah ekspresi masyarakat yang membuat gambar ‘terbaru’ Noordin M Top.
Mengapa ‘terbaru’? Karena di dunia maya, beredar foto-foto Noordin M Top dengan berbagai gaya dengan nama belakangnya yang diplesetkan. Misal, bila namanya Noordin M Bob maka rambutnya berubah menjadi kribo dan bergaya bob.
Lain lagi dengan Noordin M Pop. Gaya Noordin diplesetkan seperti Raja Pop, Michael Jackson. Adapula yang memplesetkan Noordin M Punk, dengan gaya rambut Noordin seperti anak punk.
Ada sembilan gaya rambut dan kepala yang berbeda dari Noordin dalam edaran Noordin M Top Collection 2010 tersebut. (VIVAnews)
-
Situs Pelecehan Lagu Indonesia Raya dari AS
Jumat, 28 August 2009 12:09 WIB
Jakarta, (tvOne)
Pemerintah sudah mengetahui identitas pelaku pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pelaku yang melecehkan lagu Indonesia Raya dengan bahasa Malaysia itu, diketahui bukan berasal dari Negeri Jiran itu.
“Deplu sudah mendapat keterangan dari Depkominfo, bahwa situs itu ditemukan di Amerika Serikat (AS),” kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Gedung Deplu, Jakarta, seperti dilansir VIVAnews.com, Jumat (28/8/2009).
Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) terus berkoordinasi atas kasus pelecehan lagu kebangsaan ini. Deplu pun meminta agar Depkominfo segera memblokir situs pelaku dan lagu Indonesia Raya agar dikeluarkan dari situs terkait.
“Tapi saya bukan ahli teknologi komunikasi. Apakah setelah dibloki dan dikeluarkan masih bisa muncul di situs lain. Saya belum bisa memastikan itu,” ujar Faizasyah Maka itu, Deplu berharap permasalahan ini akan segera selesai. “Agar tidak memicu polemik di masyarakat,” kata dia.
Seperti diketahui, dalam situs itu, syair lagu Indonesia Raya berubah total. Isinya mencengangkan, syair-syair diplesetkan dengan beberapa bahasa yang biasa digunakan di Malaysia.

